Judul

Kamis, 31 Januari 2013

AQIDAH AKHLAK DAN PEMBELAJARAN DI SMK


Oleh : Iis Suryatini

BAB I
PENDAHULUAN 
Aqidah dan akhlak dalam ajaran islam merupakan pangkal utama dalam menumbuhkan keyakinan manusia kepada Tuahnnya dan mengatur tata kehidupan di dunia, serta sebagai bekal di akhirat kelak. Dalam pembelajaran pada tingkat sekolah, aqidah akhlak merupakan dasar pengetahuan kognitif yang sarat dengan pembentukan dan pengembangan kearah afeksi siswa. Dalam hal ini siswa tidak dijejali pengetahuan belaka, tetapi bagaimana siswa mampu meyakini dan menerapkannya dalam kehidupan.
Menurut Ahmad Tafsir [1] persoalan bangsa ini hanya masalah akhlak sebanarnya, pendidikan di Indonesia kebanyakan hanya berkisar pada pengetahuan kognitif saja (pinter Matematika, IPA, Bahasa Inggris) sedangkan akhlaknya tidak begitu diperhatikan. Memang ada yang memperhatikan tetapi hanya sedikit.
Kemudian dalam kesempatan lain; beliau juga mengemukakan; salah satu ketidak berhasilan pendidikan, karena tujuan yang tidak jelas. [2] Tujuan utama dalam pendidikan agar lebih diarahkan kepada pembentukan akhlak mulia. Apapun materi dan pembelajarannya penanaman akhlak hendaknya menjadi nomor satu. Aqidah yang mengakar menjadi pondasi dan akhlak yang mendasar menjadi prestasi. 
Dengan anggapan tersebut penulis berkeyakinan, pembelajaran aqidah akhlak, harus diatur sedemikian rupa untuk dapat menghasilkan produk yang baik. Produk yang baik bukan hanya secara pengatahuan saja akan tetapi secara aplikasi dilapangan juga baik. 
Untuk menumbuhkan keyakinan pada setiap siswa, semestinya harus didahului dengan pengetahuan siswa tentang materi yang akan diajarkan. Pertanyaannya adalah, bagaimana siswa yakin akan sesuatu kalau mereka tidak mengetahui tentang sesuatu itu? Dasar pengetahuan inilah yang mesti dipupuk pada benak dan diri siswa, agar tumbuh kesadaran betapa pentingnya keyakinan kepada Allah sebagai Tuhannya. Keasadaran itu akan berimbas pada keteraturan hidup secara individual maupun kelompok. Dengan kata lain keyakinan – melalui akidah – seseorang dapat dibimbing kearah pembentukan akhlaq al-karimah dalam menjalankan roda kehidupan.
Berangkat dari asumsi yang sangat mendasar tersebut, dalam makalah ini penulis masuk ke tataran kajian model pembelajaran akidah akhlak, analitik, kritik dan solusi. Dengan permasalahan; Bagaimana kajian model pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran aqidah akhlak di tungkat SMK? Bagimana keberadaan materi, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) , dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat? Bagaimana solusi yang diberikan untuk kemajuan pada masa yang akan datang. Untuk menjawab semua masalah tersebut akan penulis paparkan dalam keterbatasan makalah ini.        

BAB II
AQIDAH AKHLAK DAN PEMBELAJARAN DI SMK

  1. Kajian Model Pembelajaran
            Materi dan model pembelajaran dirancang dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Mulai dari siswa sekolah dasar sampai dengan siswa sekolah menengah atas harus dapat dibedakan, baik isi atau pendalaman materinya. Dalam hal ini materi Aqidah Akhlak [3] diberikan pada siswa Sekolah Dasar sampai siswa sekolah Menengah Pertama (SMP) dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) serta siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
            Dengan keadaan yang demikian maka perlu kiranya materi pembelajaran Aqidah Akhlak dibahas secara lugas, kolaboratif dan menarik serta didesain dalam bentuk yang baik. Memang materi Aqidah Akhlak begitu menarik jika disajikan, namun akan bergantung kepada pembawaan gurunya. Untuk lebih menarik lagi, maka guru diharuskan memiliki rancangan model pembalajaran yang mumpuni dan dapat menarik perhatian seluruh siswa.
            Bahkan tidak hanya itu, siswa dibawa kearah pentingnya penguatan aqidah dan pembentukan akhlak yang mulia bagi makhluk sosial seperti manusia. Kemudian para siswa mampu menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan seperti; dekademsi moral, pergaulan bebas, perzinahan, prostitusi dan penyakit-penyakit yang menimpa manusia sebagai makhluk yang berbudi luhur. Maka materi pembelajaran Aqidah Akhlak itu tidak sekedar memberikan pengetahuan kognitif saja, akan tetapi lebih mengarah kepada perenungan dan perubahan sikap. Permasalahan yang menimpa manusia pada tataran dekadensi moral, baik bagi dirinya, keluarganya maupun orang lain hendaknya diperbaiki melalui kesadaran yang mendalam ketimbang sekedar pengetahuan kognitif. Siswa akan penuh dengan pertanyaan bagaimana kalau manusia memiliki akhlak yang mulia dan  bagaimana kalau manusia tidak memiliki akhlak yang mulia yang diatur oleh agama.   
            Kejadian yang diluar batas kewajaran yang menimpa usia dini, remaja dan bahkan orang tua semestinya dapat diminimalisir bahkan dihilangkan dengan pemberian pengetahuan afeksi yang kental dengan nilai keagamaan. Rancangan atau design pembelajaran yang dimaksud penulis, kiranya dapat mengarah kesana – kearah penguatan aqidah dan perbaikan akhlak – dengan harapan siswa menjauhi perbuatan yang merusak moral tersebut.
            Kengerian yang menimpa sebagian orang, dalam dekadensi moral telah terbukti dengan data hasil penelitian, yang dikutip oleh  Syamsu Yusuf LN. Hal ini sengaja penulis kemukakan sebagai ‘ibrah betapa pentingnya pembelajaran aqidah akhlak yang dirancang dengan baik untuk mengubah perilaku negative. 
            Khusus mengenai dekadensi moral dalam kaitannya denga  perzinahan (free sex) dikalangan remaja (di Negara-negara barat), Majalah Time (Pikiran Rakyat, 29 Januari 1995) memberikan tentang gejala aborsi (pengguguran kandungan) sebagai berikut : [4]
No.
Negara
Remaja Yang melakukan Aborsi
1
2
3
4
5
Perancis
Inggris
Kanada
Swedia
Belanda
180 dari 450
175 dari 450
180 dari 450
210 dari 320
50 dari 150

            Dadang Hawari (Hikmah, Minggu 2 Oktober 1994) mengemukakan tentang kehidupan remaja Amerika dalam “free sex”, penyakit kelamin dan hamil diluar nikah sebagai berikut : [5]
Free Sex
Sakit Kelamin
Hamil
Prostitusi
7 dari 19 wanita
8 dari 10 pria
2,5 – 5 juta
1 dari 10
125.000
200.000

            Di Indonesia beberapa penelitian serupa telah juga dilakukan, yang hasilnya adlah sebagai berikut : [6]
Peneliti
Responden
%
DR. Sarlito WS
Majalah Editor
800 remaja
100 remaja
80
40

            Data ini diambil oleh para peneliti sekitar tahun 1994-1995, bagaimana tahun 2010 mungkin harus ada penelitian ulang. Data bisa lebih meningkat dari yang ada. Atau mungkin juga menurun – harus dibuktikan.
            Sekali lagi gambaran ini penulis kemukakan untuk menegaskan bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak di tingkat Sekolah Menengah hendaknya bukan sekedar pengetahuan kognitif saja, tetapi lebih mengarah kepada aplikasi dan kesadaran individu dan kelompok agar dapat menghindari perbuatan negative.       Pembelajarannya dirancang kedalam model yang menuntut siswa untuk berfikir kreatif positif dengan menekankan kepada psikologi sosial kemasyarakatan. Karena masalah Aqidah Akhlak menyangkut juga masalah individual dan sosial maka, model pembelajaran ini penulis arahkan kepada Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Larning).
            Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative learning) didasari atas falsafah; (1) manusia sebagai makhluk sosial, (2) gotong royong, (3) kerjasama merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. [7] Karena model pembelajaran kooperatif didalamnya terdapat kerja sama, gotong royong sebagai sifat sosial manusia, maka diharapkan ada saling mengisi dan curhat antara satu siswa dengan siswa yang lain, sekalipun masalah pribadi. Tingkat sosial seseorang dapat teruji dengan baik, manakala mampu bekerja sama aktif dalam pembelajaran.
            Mendesain model pembelajaran memang tidak semudah yang dibayangkan, “…yang pasti bahwa metode pengajaran adalah sebuah hasil ijtihad yang sifatnya dinamis dan dapat berkembang setiap saat sesuai dengan situasi dan kondisi yang sesungguhnya”. [8]  Namun yang pasti dalam hal ini diperlukan kelihaian guru sebagai pasilitator dalam pembelajaran. Rasa sosial siswa perlu ditumbuh suburkan dengan penuh tanggungjawab. 
            “Salah satu pengembangan tanggungjawab sosial ini tampak melalui kompetensi dan kepiawaian guru dalam mengelola kelas, membangun tim belajar dalam kelas dan menciptakan suasana pembelajaran bersama yang saling mendukung proses belajar. Guru mesti mampu mempercayai anak didik. Mereka memiliki kemampuan lebih untuk menjadi tutor dari rekan mereka, membuat kelompok belajar dan mendiskusikan bersma-sama persoalan yang dihadapi. Dengan demikian, guru bersama dengan para siswa berusaha mengembangkan tanggungjawab sosial dalam lingkungan akademis disekolah. Sikap terbuka dan dialogis merupakan syarat mutlak bagi pengembangan rasa tanggungjawab sosial ini”. [9]
            Model Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) dalam materi Aqidah Akhlak diaharapkan akan mampu menjawab persoalan sosial kemasyarakatan, sekaligus mencegah perlakuan individu yang bersifat negative yang menimpa manusia masa kini.
Selanjutnya apa yang dimaksud dengan pembelajaran kooperatif itu? Yatim Riyanto bahwa; “Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill), sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill”. [10]
Selanjutnya Abuddin Nata menyebutkan bahwa; “Model pembelajaran cooperative learning adalah model pembalajaran yang terjadi sebagai akibat dari adanya pendekatan pembelajaran yang bersifat kelompok”. [11] 
Menurut Kokom Komalasari, yang dikutif dari Slavin (1984) “Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 2 sampai 5 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktifitas anggota kelompok, baik secara individual maupun kelompok”. [12]
            Model pembelajaran kooperatif ini akan penulis aplikasikan dalam pembelajaran Akhlak. Untuk lebih konkritnya langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran kooperatif adalah berikut ini :
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif. [13]
Fase
Tingkah Laku Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar
Fase 2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan
Fase 3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien
Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
Fase 5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Fase 6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok
Dalam pembelajaran kooperatif, sebenarnya tidak hanya langkah-langkah yang dibicarakan, tetapi ada metode pembantu secara spesipik mengarah kepada pelaksanaan penyajian materi pelajaran. Namun ada yang menyebutnya dengan variasi pembelajaran kooperatif. Untuk sekedar pengetahuan metode pembantu tersebut penulis kemukakan berikut ini : [14]
1.      Student Teams Achievement Division (STAD)
2.      Tim Ahli (Jigsaw)
3.      Investigasi kelompok (Group Investigation)
4.      Think Pair Share (TPS)
5.      Numbered Head Together (NHT)
6.      Team Games Tournament (TGT)
            Masih dalam model pembelajaran kooperatif dengan dasar konstruktivism, yaitu; Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning yang sering dikenal dengan istilah CTL. CTL merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. [15] 
            Selanjutnya Agus menyebutkan, ada 7 komponen pembelajaran kontekstual yaitu konstruktivisme, inkuiri, bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), refleksi, dan penilaian autentik.
            Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan program pembelajaran berbasis kontekstual adalah sebagai beriku : [16] 
  1. Nyatakan kegiatan utama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar
  2. Nyatakan tujuan umum pembelajarannya
  3. Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu
  4. Buatlah scenario tahap demi tahap kegiatan siswa
  5. Nyatakan authentic assesment-nya yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.
            Model CTL ini penulis aplikasikan dalam materi pembelajaran aqidah. Sebab untuk sebuah keyakinan dan kesadaran diri, siswa dituntut untuk menyaksikan data yang nyata dihadapannya. Misalkan dengan dengan adanya pahala berupa kebaikan dalam hidup yang diperoleh selama ini. Atau dengan bentuk ujian yang Allah berikan kepada dirinya. Seperti sakit, kekuarangan rizki, kemiskinan, dan lain-lain.

  1. Analisis Dan Kritik
            Pembelajaran Aqidah Akhlaq di tingkat SMK ini penulis akan menyajikan empat hal yang kiranya perlu dianalisa. Empat hal tersebut antara lain : SK-KD , silabus, RPP dan materi pelajaran aqidah-akhlak SMK dari kelas X sampai kelas XII.
1.      Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Aqidah-Akhlak tingkat SMK  [17]
Kelas X, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
3.       Keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifatNya dalam Asmaul Husna


3.1  Menyebutkan 10 sifat Allah  dalam Asmaul  Husna

3.2  Menjelaskan arti  10 sifat Allah dalam Asmaul  Husna

3.3  Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah dalam Asmaul  Husna

4.    Membiasakan perilaku terpuji



4.1   Menyebutkan pengertian perilaku  husnuzhan.
4.2   Menyebutkan contoh-contoh  perilaku husnuzhan terhadap Allah, diri sendiri dan sesama manusia
4.3  Membiasakan perilaku husnuzhan dalam kehidupan sehari-hari


Kelas X, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
8. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat.


8.1  Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat

8.2  Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat

8.3  Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam kehidupan sehari-hari

9.    Membiasakan perilaku terpuji



9.1   Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu.
9.2   Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu atau menerima tamu.
9.3  Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari
10.   Menghindari perilaku tercela



10.1Menjelaskan pengertian hasud riya dan aniaya.
10.2Menampilkan contoh-contoh perilaku hasud riya dan aniaya.
10.3Menghindari perilaku hasud    riya dan aniaya dalam kehidupan sehari-hari

Kelas XI, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
3. Meningkatkan keimanan kepada Rasul- 
    rasul Allah.


3.1  Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah

3.2  Menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah

3.3. Menampilkan perilaku yang mencerminkan  keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari

9.       Membiasakan berperilaku terpuji



4.1  Menjelaskan pengertian  taubat dan raja`.
4.2  Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja`.
4.3  Membiasakan perilaku bertaubat dan  raja` dalam kehidupan sehari hari
Kelas XI Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
           8. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-
             kitab Allah.


8.1   Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Kitab-kitab Allah

8.2   Menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab  Allah

9.       Membiasakan perilaku terpuji




9.1   Menjelaskan pengertian dan maksud  menghargai karya orang lain.
9.2   Menampilkan contoh  perilaku menghargai karya orang lain.
9.3   Membiasakan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari
10.   Menghindari perilaku tercela



10.1Menjelaskan pengertian Dosa besar.
10.2Menyebutkan contoh perbuatan dosa besar.
10.3Menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari

Kelas XII, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
3. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir.


3.1   Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir

3.2   Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir

 

4. Membiasakan perilaku terpuji



4.1   Menjelaskan pengertian adil, ridha, dan amal shaleh
4.2.  Menampilkan contoh perilaku adil, ridha, dan amal shaleh
4.3   Membiasakan perilaku adil, ridha, dan amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari


Kelas XII Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR   
        8. Meningkatkan keimanan kepada Qadha’ dan Qadar.


8.1   Menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada qadha’ dan qadar

8.2   Menerapkan hikmah beriman kepada qadha’ dan qadar

9.       Membiasakan perilaku terpuji



9.1   Menjelaskan pengertian dan maksud persatuan dan kerukunan.
9.2   Menampilkan contoh perilaku  persatuan dan kerukunan.
9.3   Membiasakan perilaku persatuan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari
10.   Menghindari perilaku tercela



10.1 Menjelaskan pengertian  isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah.
10.2 Menjelaskan contoh  perilaku  isyrof, tabzir, ghibah, dan fitnah.
10.3 Menghindari perilaku isyraf, tabzir, ghibah, dan fitnah dalam kehidupan sehari-hari

            Berdasarkan analisa penulis bahwa materi pembelajaran di SMK dengan yang ada di SMA tidak jauh berbeda, baik dari kedalaman materi atau dari SK dan KD yang disediakan dalam kurikulum. Pembahasannya tidak mencerminkan perbedaan yang mendasar didunia SMA pada umumnya dengan dunia kerja yang diperuntukkan untuk siswa SMK. Meskipun secara kasar, apa yang dilakukan siswa SMA bisa juga dilakukan oleh siswa SMK. Begitupun sebaliknya.
SK dan KD untuk aqidah tetap saja membahas rukun iman yang enam. Sebenarnya materi ini telah dibahas juga pada tingkat SMP dengan runutan yang sama yaitu 
1.      Pada semester I pembahasan Iman kepada Alloh
2.      Pada semester II pembahasan Iman kepada Malaikat Alloh
3.      Pada semester III pembahasan Iman kepada Kitab Alloh
4.      Pada semester IV pembahasan Iman kepada Rasul Alloh
5.      Pada semester V pembahasan Iman kepada Hari Kiamat Alloh
6.      Pada semester VI pembahasan Iman kepada Qodla dan Qadar Alloh
            Urutan rukun iman itu penulis kemukakan sesuai dengan yang tertera dalam al-Qur’an dan hadits Nabi SAW.
            Urutan dalam al-Qur’an adalah : [18]

z`tB#uä ãAqߧ9$# !$yJÎ/ tAÌRé& Ïmøs9Î) `ÏB ¾ÏmÎn/§ tbqãZÏB÷sßJø9$#ur 4 <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ßâur Ÿw ä-ÌhxÿçR šú÷üt/ 7ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ß 4 (#qä9$s%ur $uZ÷èÏJy $oY÷èsÛr&ur ( y7tR#tøÿäî $oY­/u šøs9Î)ur 玍ÅÁyJø9$# ÇËÑÎÈ  
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (QS. Al-Baqarah : 285)

            Urutan dalam al-Hadits adalah : [19]
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم بارزا للناس فأتاه رجل فقال: يا رسول الله! ما الإيمان؟ قال "أن تؤمن بالله وملائكته وكتابه ولقائه ورسله وتؤمن بالبعث الآخر"
Adalah Rasulullah SAW. ketika suatu hari beliau keluar untuk menemui manusia, maka datang seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW., laki-laki itu berkata; ya Rasulullah, apakah iman itu? Rasul berkata: Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitabnya, dan bertemu dengan Rasulnya, dan engkau beriman kepada hari kebangkitan (Hari Akhir) (HR. Muslim)

            Sedangkan dalam SK-KD untuk tingkat SMK urutannya adalah :
  1. Meningkatkan keimanan kepada Alloh
  2. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat semester II
  3. Meningkatkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah semester III
  4. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Alloh semester IV
  5. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir semester V
  6. Meningkatkan keimanan kepada Qadla dan qadar Alloh semester VI
           
            Terdapat penempatan urutan yang kurang tepat dalam materi aqidah, yaitu nomor empat (meningkatkan keimanan kepada Rasul) ditempatkan pada nomor tiga. Sedangkan nomor tiga (meningkatkan keimanan kepada kitab Allah) ditempatkan pada nomor empat. Kalau menurut hadits diatas seharusnya disesuaikan dengan urutan yang ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
            Sedangkan SK-KD untuk materi perilaku terpuji ada pengulangan pada semester dua tiap tingkatan kelas. Jadi pada semester I satu kali dan semester II satu kali. Untuk perilaku tercela hanya satu kali pada setiap semester II untuk masing-masing tingkatan kelas. Mungkin perimbangannya adalah lebih mengutamakan perilaku terpuji ketimbang membahas perilaku tercela.  

  1. Silabus dan RPP
Secara prinsip penulis tidak terlalu mempermasalahkan penulisan silabus dan RPP. Karena menurut pendapat penulis seluruh silabus dan RPP adalah baik asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pembuatannya. Oleh karenanya penulis cenderung memberikan contoh dan solusi pembuatan silabus dan RPP yang dianggap sedikit lebih mendekati aturan yang ditentukan dan disesuaikan dengan model yang dibuat. Aturan ini juga sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2006. 
 
  1. Solusi dan Aplikasi Model dalam RPP
Menyangkut masalah materi, hendaknya ada kerunutan pembahasan yang kontinu antara isi dengan penjelasan. Pembahasan materi pada tingkat SMK hendaknya diaplikasikan kedunia kerja. SMK merupakan sekolah kejuruan, yang sejak semester pertama sudah dipersiapkan kearah dunia kerja. Memang setiap guru yang mengajar pada SMK sudah barang tentu akan selalu mengidentikan SMK dengan dunika kerja, namun ada baiknya setiap penulis buku yang digunakan di SMK juga harus membantu kearah dunia kerja.
Kalau pembahasan kedalaman materi sama dengan SMA, penulis kira tidak ada yang aneh dari materi tersebut. Tetapi coba kita lihat tulisan pada buku daras SMK judulnya jelas “Memahami Pendidikan Agama Islam SMK untuk kelas X, Semester 1 dan 2 Semua bidang keahlian”. Pada buku daras SMA judulnya jelas ““Memahami Pendidikan Agama Islam SMA untuk kelas X, Semester 1 dan 2”. [20] Akhirnya pada gilirannya membeli buku untuk pelajaran PAI di SMA sama saja akan terpakai di SMK. Padahal yang diinginkan adalah bagaimana meramu materi di dunia SMK yang seluruh siswanya akan terjung langsung kedalam dunia kerja.
 Menyangkut solusi dan aplikasi RPP kedalam model pembelajaran yang dirancang, akan lebih mengacu pada peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2006. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa penulis akan menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam materi akhlaq. Sedangkan dalam materi aqidah akan digunakan model pembelajaran konstekstual.
Untuk lebih jelasnya penulis sajikan RPP yang disesuaikan dengan Permen Nomor 41 tahun 2006, dan model pembelajaran yang dikaji.  


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran              : PAI (Pendidikan Agama Islam)
Bidang                          : Akhlak             
Kelas/ Semester           : XII / I
Waktu                            : 2 x 45
Standar Kompetensi    : 4.Membiasakan perilaku terpuji  
Kompetensi dasar        :4.2 Menampilkan contoh perilaku adil, rida 
                                            dan amal saleh
                                    
Indikator              :  1. Menampilkan contoh perilaku adil
                                2. Menampilkan contoh perilaku rida
                                3. Menampilkan contoh perilaku amal saleh                            


A.   Tujuan Pembelajaran
        Melalui diskusi informasi peserta didik diharapkan:
        * Dapat menampilkan berbagai macam contoh prilaku adil
        * Dapat menampilkan berbagai macam contoh perilaku rida
        * Dapat menampilkan berbagai macam contoh perilaku amal saleh    
 
B.   Materi Pokok
      Menampilkan contoh perilaku adil, rida dan amal saleh
1.    Adil
Salah satu contoh dari  prilaku adil yaitu seorang pengauasa yang adil senantiasa melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan           kedudukannya.
      2. Rido
Salah satu contoh dari  prilaku rida yaitu ketika seseorang divonis           penyakit yang tidak bisa disembuhkan menurut dokter. Tetapi ia           menghadapinya dengan penuh keridaan, dan yakin bahwa Allah            menciptakan suatu penyakit pasti dengan obatnya, hanya saja           obatnya itu belum diketahui oleh karena keterbatasan ilmu manusia.
 3. Amal saleh
Dilihat dari bentuknya contoh amal saleh ada dua macam, yaitu amal batiniah dan  amal lahiriah.
a.    Contoh amal batiniah
-       Beriman, yaitu meyakini dengan sepenuh hati akan keesaan Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab Allah, hari akhir, serta qada dan qadar.
-       Bersabar, yaitu kuat dan tenang hati dalam menghadapi segala          Cobaan.
-       Berniat, yaitu mementukan maksud atau tujuan dilakukannya       Suatu perbuatan.
-       Bertawakal, yaitu berserah diri kepada kehendak Allah SWT.
-       Ikhlas, yaitu ketulusan hati untuk menerima segala ketetapan        Allah SWT.


b.    Contoh amal lahiriah
     - Contoh amaliah lahiriah yang berupa ucapan:
      1. nasihat menasihati yang baik
      2. Ucapan yang baik
      3. Membaca al-Qur’an
    - ­Amal lahiriah yang berupa perbuatan
      1. Mendirikan Shalat dan menunaikan Zakat
                 2.Tolong menolong dalam kebaikan
                 3. Berjual beli yang halal  
C.   Strategi dan Metode Pembelajaran
Model                    : Cooperatif Learning/Contruktivisme
Strategi                  : Tipe =JIGSAW
Pendekatan           : Ketrampilan proses
Metode                  : Diskusi – informasi

D.   Kegiatan Pembelajaran

Fase
Kegiatan
Waktu

I
TATAP MUKA
Pendahuluan
Apersepsi:
Pengertian adil, rida , dan amal saleh.
Motivasi :
Buatlah masing-masing contoh dari pengertian adil, rida, dan amal saleh.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

5’

II
Kegiatan inti
Eksplorasi
Pembentukan kelompok Heterogen dalam prestasi, gender, etnis, dan agama.
Setiap anggota kelompok diberi tugas yang berbeda (nomor berbeda) sesuai kesepakatan dalam kelompok
Setiap anggota kelompok diberi materi yang berbeda sesuai penugasan dalam kelompoknya.

10’

III








IV









V
Elaborasi
Dalam diskusi kelompok yang dituntun dengan woksheet Anggota kelompok yang berasal dari kelompok yang berbeda tetapi memiliki no. yang sama akan berkumpul menjadi lelompok baru (kelompok ahli/ekspert)
Pembentukan kelompok ekspert.
Diskusi dalam kelompok ekspert dengan pembahasan :
Kelompok ekspert 1 :  Contoh perilaku adil.
Kelompok ekspert 2 :  Contoh perilaku rida.
Kelompok ekspert 3 :  Contoh perilaku amal saleh batiniah.
Kelompok ekspert 4 :  Contoh Perilaku amal saleh lahiriah.

Guru  berkeliling memberi bimbingan pada setiap kelompok ahli.
Setelah selesai berdiskusi dalam tim ahli anggota kelompok kembali pada kelompok asal sambil membawa materi hasil diskusi.
Dalam kelompok kecil/kelompok asal tiap anggota kelompok menjelaskan materi hasil diskusi dalam tim ahli secara bergantian.
Guru memberikan bimbingan pada tiap kelompok.

Konfirmasi
Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok kecil secara bergantian dengan bimbingan pendidik.
Guru memotivasi setiap anggota kelompok agar mau berbicara dan berperan aktif.



20’







  15’







  15’

Penutup
Guru memberikan penguatan-penguatan pada materi yang dibahas.
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan.
Guru memberikan refleksi
Guru memberikan Kuis.

Penugasan Terstruktur (PT)
Memberikan tugas membiasakan berperilaku adil, rida, dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Menunjukan contoh kegiatan adil, rida, amal saleh, yang suka dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa.

25’


E.    Penilaian Authentic Assessment
Jenis Penlaian :
·         Penilaian kognitif (terlampir)
·         Penilaian afektif

F.    Alat / Bahan / Sumber belajar
·         Al-Qur’an dan terjemahn
·         A. Wahid Sy., “Memahami Pendidikan Agama Islam SMK untuk kelas XII, Semester 1 dan 2 Semua bidang keahlian” (Bandung: Armico. 2007)
·         Khuslan Haudhi dan Abdurrohim Sa’id, Integrasi budi pekerti dalam pendidikan Agama Islam 3 Untuk kelas XII SMA, (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.2007)



Lembar kerja siswa

Menampilkan contoh perilaku adil, rida, dan amal saleh

                                    Mata pelaajaran          : PAI
                                    Kelas/semester          : XII/I
                                    Waktu                         : 2 X 45 menit


Petunjuk Belajar :

a)    Baca secara cermat sebelum anda mengerjakan tugas
b)    Bekerja secara kelompok
            berkumpullah anda sesuai dengan nomor pada kelompok untuk
            membahas materi 1,2, 3, dan 4.
            Kelompok ekspert 1   :  Contoh perilaku adil.
            Kelompok ekspert 2   :  Contoh perilaku rida.
            Kelompok ekspert 3   :  Contoh perilaku amal saleh batiniah
            Kelompok ekspert 4   :  Contoh perilaku amal saleh lahiriah
c)    Setelah selesai diskusi pada tim ekspert kembali pada kelompok asal untuk mendiskusikan materi dalam tim ekspert
      d)  Konsultasikan pada Guru  bila anda mengalami kesulitan
      e)  Bacalah buku dan literatur sebanyak-banyaknya untuk 
           memperdalam pemahaman siswa

Kompetensi Dasar yang akan dicapai:
  4.2. Menampilkan perilaku adil, rida, dan amal saleh.

Informasi
            Contoh amal saleh ada dua macam yaitu amal batiniah dan amal Lahiriah
Langkah kerja
            Pembelajaran bisa dilakukan/dikerjakan di dalam kelas atau perpustakaan.

- Tim ekspert 1
Pelajari dan telaah mengenai berbagai contoh perilaku adil kemudian jawab pertanyaan berikut:
  1. prilaku yang bagai mana yang mencerminkan contoh perilaku adil?
  2. Buatlah beberapa contoh prilaku tersebut!

- Tim ekspert 2
Pelajari dan telaah mengenai berbagai contoh perilaku rida  kemudian jawab pertanyaan berikut:
  1. Perilaku yang bagai mana yang mencerminkan contoh perilaku rida?
  2. Buatlah beberapa contoh perilaku tersebut?

- Tim ekspert 3
Pelajari dan telaah mengenai berbagai macam contoh perilaku amal saleh batiniah kemudian jawab pertanyaan berikut:
  1. Perilaku yang bagai mana yang mencerminkan contoh perilaku amal saleh batiniah?
  2. Butlah beberapa  contoh perilaku tersebut!

- Tim ekspert 4
Pelajari dan telaah mengenai berbagai macam contoh perilaku amal saleh lahiriah kemudian jawab pertanyaan berikut
  1. Perilaku yang bagai mana yang mencerminkan contoh perilaku amal saleh lahiriah?
  2. Butlah beberapa contoh perilaku tersebut!

Langkah kerja
-       Bekerjalah dalam tim ekspert sesuai dengan nomornya
-       Diskusikan materi yang dipelajari dalam kelompok ekspert dan jawab pertanyaan yang diberikan
-       Kembali ke kelompok asal sambil membawa/mempresentasikan hasil diskusi dalam kelompok ekspert
-       Kerjakan soal yang disediakan dalam kelompok
-       Diskusikan dalam kelompok secara keseluruhan
-       Kumpulkan hasil jawaban

   Soal kuis

  1. Seorang hakim memutuskan putusan bukan berdasarkan keputusan yang benar akan tetapi berat sebelah dikarnakan adanya uang pelicin. sikap tersebut bertentangan dengan akhlak terpuji apa?
  2. Ketika ditimpa musibah sebagai  seorang muslim kita harus bersikap bagaimana?
  3. Dilihat dari bentuknya, Ada berapa macam amal saleh itu?

PENILAIAN/AUTENTIC ASESSMENT

A.    Kognitif

No
Nama
No Soal
Skor
Ket
1
2
3
4
5










Ket : Aspek yang dinilai                                                   Skor
1.    Siswa dapat memberikan contoh perilaku adil       :  25
2.    Siswa dapat memberikan contoh perilaku rida       :  25
3.    Siswa dapat memberikan contoh perilaku amal     
         Saleh  batiniah                                             :  25
4.    Siswa dapat memberikan contoh perilaku amal
         Saleh lahiriah                                                       :  25   
                                               Jumlah              :100


B.    Afektif

No
Nama Siswa
Aspek Afektif yang dinilai
Jumlah
Kerja-sama
Membaca  referensi
Menghargai pendapat org lain
Semangat/ motivasi
Minat










            Mengetahui                                                     Bandung,  Januari 2010
            Kepala Sekolah                                               Guru Mata Pelajaran PAI



            Asep Gema Nurohmat, SH., MM                   Drs.  S  A  L  I  M  I                
            NIP. 19640616 200701 1 004                    NIP. 19660517 200501 1 001                        



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Nomor                                                 :  03
Status sekolah/Satuan pendidikan      : SMK Karya Budi
Bidang                                                            : Akidah
Mata Pelajaran                                    : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Kelas/Semester                                    : XII/I
Pertemuan ke                                      : 5
Alokasi Waktu                                    : 2×45 menit (1×pertemuan)

Standar Kompetensi   : 3. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir
Kompetensi Dasar       : 3.1 Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan
                                            kepada hari akhir
    
Indikator                     : 1. Menjelaskan pengertian iman kepada hari akhir
2. Menjelaskan perbedaan antara kiamat sugra dan  
    kiamat kubra
3. Menjelaskan hari kiamat menurut teori alam
4. Menjelaskan fase-fase kehidupan setelah hari    
    kiamat
5. Menjelaskan tentang surga dan neraka
I. Tujuan Pembelajaran
            Melalui pembelajaran langsung dengan pengamatan kepada visualisasi slide diharapkan siswa dapat :
  1. Menjelaskan pengertian iman kepada hari akhir
  2. Menjelaskan perbedaan antara kiamat sugra dan kiamat kubra
  3. Menjelaskan hari kiamat menurut teori alam
  4. Menjelaskan fase-fase kehidupan setelah hari kiamat
II. Materi Pembelajaran
  1. Pengertian Hari Akhir
Iman Kepada Hari Akhir: mempercayai bahwa seluruh alam semesta ini dan segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan yang kekal abadi.
Hari Akhir disebut juga dengan Hari Kiamat.
o  Kiamat terbagi dua; kiamat sugra dan kiamat kubra. 
o  Kiamat sugra adalah kiamat kecil, yaitu berakhirnya kehidupan masing-  masing makhluk.
o  Kiamat kubra adalah kiamat besar, yaitu musnahnya alam semseta serta segala isinya secara serempak atau berakhirnya seluruh kehidupan mahkluk alam ini secara  serempak.     
  1. Tanda-Tanda Kiamat
Tanda-tanda Hari Kiamat diterangkan dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi sbb:
           
No.
Tanda-Tanda Kecil
No.
Tanda-Tanda Besar
1.
Budak dikawini oleh tuannya
1.
Matahari terbut dari barat
2.
Ilmu agama dianggap sudah tidak penting
2.
Munculnya binatang ajaib yang bisa berbicara
3.
Tersebarnya perzinahan krn memperoleh izin dari penguasa
3.
Rusaknya Ka’bah
4.
Minuman keras merajalela
4.
Lenyapnya al-Qur’an
5.
Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki (50:1)
5.
Seluruh manusia menjadi kafir
6.
Ada dua golongan besar yang saling membunuh, tetapi sama mengaku dirinya memperjuangkan agama Islam
6.
Keluarnya bangsa Ya’juz Ma’juz. Ya’juz Ma’juz adalah kaum yang gemar membuat kerusakan di muka bumi. Menurut Hamka, YM adalah segala gerak yang telah dan hendak merusak dunia ini, dan bisa ditafsirkan sebagai pikiran jahat, maksud buruk, dan ideologi yang menyesatkan yang dianut oleh sebagian manusia.
7.
Lahirnya dajjal (tukang dusta)
8.
Banyak terjadi gempa bumi
9.
Fitnah muncul di mana-mana
10.
Pembunuhan merajalela
11.
Banyak manusia yang menginginkan dirinya mati


  1. Kiamat menurut Teori Ala
1)  Menurut Ilmu Geologi; bumi ini terdiri dari semacam gas panas (nebula) yang karakternya berkembang dan mendesak keluar. Suatu saat tekanan itu akan lebih kuat sehingga terjadi gempa dan letusan gunung. Jika tekanan atmosfir dari luar makin kuat maka bumi akan hancur dan isinya berhamburan.
2)      Menurut Ilmu Astronomi; planet-planet beredar di angkasa mengelilingi matahari. Peredaran itu tidak berbenturan satu sama lain karena adanya daya tarik menarik yang seimbang. Daya tersebut tidak selamnya seimbang, daya itu makin lama makin habis. Seandainya tidak ada keseimbangan lagi,bumi akan meluncur dengan kekuatan yang dahsyat menumbruk matahari. Hancurlah bumi itu.
3)      Menurut Ilmu Fisika; matahari diperkirakan 150 x 106 KM jauhnya dari bumi. Sinar matahari akan sampai ke bumi dalam waktu 8 menit 20 detik. Para ahli fisika menghitung energi matahari yang dipancarkan = 5,7 x 1027 kalori per menit dan mampu menyala selama 50 milyar tahun. Waktu menyala matahari juga terbatas, dan pada suatu hari nanti matahari tidak akan bersinar lagi.       
  1. Kehidupan Setelah Hari Kiamat
1.      Yaumu al-Ba’ats (hari Kebangkitan dari Kubur), yaitu bangkitnya seluruh manusia dari kuburnya
2.      Yaumu al-Hasyr (harti Berkumpulnya Manusia), manusia digiring ke suatu tempat lapang yang bernama Mahsyar.
3.      Yaumu al-Hisab (hari Perhitungan) dan Yaumu al-Mizan (hari Penimbangan); setelah manusia berkumpul di padang Mahsyar, manusia akan dihisab, dihitung, dan ditimbang amal perbuatannya.
4.      Yaumu al-Jaza’ atau Yaumu al-Fashl; setelah dihisab, manusia diberi balasan atas amalnya dan diputuskan.
5.      Surga dan neraka; setelah mendapat Keputusan dari Allah di mana tempat mereka selanjutnya, manusia segera dibawa ke surga atau neraka.  
  1. Fungsi Iman Kepada Harti Akhir
1.      Mendorong untuk beramal shaleh
2.      Harapan mendapatkan keadilan hakiki akan menjadi kenyataan
3.      Pandangan hidup menjadi optimis
4.      Bertindak dengan penuh tangggung jawab.
III. Strategi dan Metode Pembelajaran
Model                    : Contekstual Teaching Learning
Strategi                  : Visualisasi slide
Pendekatan           : Ketrampilan tindakan, sikap, dan resitasi
Metode                  : Diskusi – informasi
IV. Kegiatan Pembelajaran  
      Langkah-Langkah:
1.      Kegiatan Pendahuluan (±10 menit)
a.    Guru mengkondisikan siswa untuk belajar, kesiapan diri, kerapian pakaian, tataletak kursi dan alat-alat tulis
b.    Guru memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan berdoa bersama.
c.    Mengontrol kehadiran siswa dengan menanyakan yang tidak hadir dengan alasannya
d.   Mengkondisikan siswa untuk belajar dengan pendekatan individual ketika menerapkan pembelajaran kontekstual  
e.    Melakukan appersepsi; Bagaimana keadaan kalian setelah meyakini etos kerja berdasaarkan QS. Al-Mujadilah : 11 didunia ini untuk membekali diri di akhirat kelak?
f.     Memancing pikiran siswa tentang tujuan hidup didunia dan keyakinan diri akan adanya hari kiamat sesuai indikator pencapaian
g.    Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari dengan kompetensi dasarnya.
h.    Guru menjelaskan secara singkat langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
  1. Kegiatan Inti (±70 menit)
a)      Guru memberikan informasi, bahwa hari ini akan melaksanakan diskusi kelompok seputar materi meningkatkan keimanan kepada hari akhir (pengertian iman kepada hari akhir, perbedaan antara kiamat sugra dan kubra, hari kiamat menurut teori, fase kehidupan setelah hari kiamat)
b)       Guru memberikan arahan cara-cara membentuk kelompok diskusi; terdiri dari 4-5 orang, dipilih secara acak (heterogen), duduk dalam meja kelompok masing-masing   
c)   Guru menyodorkan materi pada masing-masing kelompok untuk didiskusikan dari mulai (bagaimana orang yang tidak yakin akan kiamat?, dan bagaimana kalau kiamat itu benar-benar ada?)
d)       Masing-masing kelompok melaksanakan diskusinya seputar hari akhir dengan bimbingan guru
e)        Guru mempasilitasi kelompok yang mendpat kesulitan dalam diskusi
f)         Guru memeriksa hasil diskusi kelompok siswa
g)        Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan durasi waktu 5 menit, yang kemudian dinilai dan dievaluasi oleh guru secara kelompok
h) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik dalam diskusi, dengan mengapresiakannya melalui aplous (tepuk tangan) dan penilaian kulitatif terbaik   
3. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
a.       Guru menyimpulkan materi pembelajran dari hasil diskusi siswa
b.      Mengadakan post tes untuk menilai keberhasilan belajar dalam diskusi siswa
c.       Guru menutup pelajaran dengan membaca doa, hamdallah, dan mengucapkan salam.
V. Penilaian
        a.    Tes tulis dilakukan dengan menggunakan latihan pada buku Integrasi Budi Pekerti dalam Pendidikan Agama Islam 3 halaman 34–36. (soal terlampir)



       b.    Tes Sikap
No.
Indikator ke
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1.
 1
dari KD
1
Orang yang tidak mempercayai akan adanya hari akhir biasanya tidak takut berbuat dosa, seolah-olah dunia tidak akan berakhir.



2.
2
dari KD
1
Kiamat sugra adalah kiamat besar seperti kematian dan kiamat kubra adalah kiamat kecil seperti hancurnya bumi ini.




3.
3
dari KD
          1
Tanda-tanda kiamat telah muncul saat ini, seperti adanya tsunami dan gempa bumi

 


4.
4
dari KD
          1
Setelah mati manusia akan dibangkitkan kembali untuk menjalani kehidupan berikutnya.
 



5.
 5
dari KD
          1
Orang yang tidak suka beribadah kepada Allah dan dzalim terhadap diri dan orang lain adalah orang yang tidak percaya akan adanya hari pembalasan, surga, dan neraka





6.
 1
dari KD
          2
Seorang yang beriman kepada hari akhir senantiasa menjadi pendorong bagi mukmin yang lain untuk mengerjakan perbuatan baik dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT.





7.
 2
dari KD
2
Tanda-tanda orang yang beriman kepada hari akhir adalah orang yang suka berzina dan mabuk-mabukan.




8.
 3
dari KD
2
Orang yang percaya/beriman pada hari akhir akan hati-hati dalam bertindak.







Keterangan:
SS = Sangat setuju
S = Setuju
TS = Tidak setuju
STS = Sangat tidak setuju



        c.    Teknik Penilaian/Penskoran
1)      Untuk penilaian tes sikap; Soal no.1 sampai no.8 diberi skor 5, maka 5×8=40
2)      Untuk penilaian soal latihan yang terdapat dalam buku Integrasi Budi Pekerti dalam Pendidikan Agama Islam 3 hal :34-36 dengan ketentuan: Soal no.1 sampai 20  diberi skor 3, maka 3×20=60
3)      Maka skor keseluruhan untuk tes skala sikap dan tes tulis skor maksimalnya adalah =100
Skor perolehan siswa
Nilai     =                                                   X 10
Skor ideal

 
 


 

VI. Sumber/Bahan/Alat
1.      Al-Qur’an dan terjemahnya
2.      Buku Integrasi Budi Pekerti dalam Pendidikan Agama Islam 3 milik  pemerintah kabupaten Bandung , terbitan Tiga Serangkai tahun 2007
3.      Buku akidah akhlak
4.      Ensiklopedi Islam
5.      laptop, infokus, video dan slide untuk visualisasi
6.      lembaran tes sikap  
VII. Evaluasi dan perbaikan            
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Catatan: (Kepala Sekolah/Pengawas/Observer)
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
            Mengetahui                                                      Bandung, 17 Agustus 2010
            Kepala Sekolah                                                            Guru Mata Pelajaran PAI



            Asep Gema Nurohmat, SH., MM                   Drs.  S  A  L  I  M  I              
    NIP. 19640616 200701 1 004                        NIP. 19660517 200501 1 001

BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa guru harus mampu membuat desain pembelajaran dengan baik sesuai dengan kebutuhan siswa. Tidak semua materi yang disajikan dapat cocok dengan seluruh desin pembalajaran. Materi pembelajaran aqidah akhlaq hendaknya diberikan bukan sekedar pengetahuan belaka, tetapi harus lebih menitik beratkan kepada aplikasi dalam kehidupan nyata. Salah satu model yang dapat menyajikan pembelajaran aqidah akhlaq dengan terurai adalah Model Pembelajaran Kooperatif dan model pembelajaran Contextual Learning and Teaching (CTL). Pada penyajiannya siswa dituntut untuk mengkaji secara mendalam tentang manfaat aqidah akhlaq dan bahaya akibat ketidak yakinannya serta dekadensi moral yang keluar dari koridoe akhlak al-karimah. Kemudian materi yang dibahas akan terasa lebih baik dari segi kemajuannya ketimbang model pembelajaran konvensional atau tradisional.  
B.     Saran
            Perlu pembahasan yang lebih jelas dan luas dari model pembelajaran kooperatif dan Contextual Learning and Teaching (CTL). Praktek dilapangan sangat dianjurkan untuk mengetahui data outentik tentang keberhasilan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif dan CTL, baik dari segi nilai akademik (prestasi siswa) maupun dari kecakapan hidup (life skill). Setiap guru hendaknya membuat model pembelajaran yang baik. Namun bukan hanya model yang baik saja, tetapi sangat dibutuhkan  kepiawaian dalam menyajikannya.

DAFTAR PUSTAKA
Abuzar, Afrizal. 2006. Silabus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMA-SMK Depdiknas: Dirjendikdasmen.

Al-Qur’an dan terjemahnya pada Qur’an Inn-World

Haludhi, Khuslan. dan abdurrohim Sa’id, 2007. Memahami Pendidikan Agama Islam SMA untuk kelas X, Semester 1 dan 2,  Bandung: Armico.

Koesoema A, Doni. 2009. Pendidik Karakter di Zaman Kabalinger Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan aplikasi. Bandung: Refika Aditama.

Muslim, Al-Imam. Shahih Muslim, Kumpulan hadits Shahih, Syarah Al-Minhaj Al-Nawawi 

Nata, Abuddin. 2009. Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran, Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Silabus Pendidikan Agama Islam untuk SMA dan SMK KTSP tahun 2006

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Tafsir, Ahmad. Pada Perkuliahan Filsafat Pendidikan Islami, Sabtu, 20 Maret 2010 dan Sabtu, 27 Maret 2010di kelas PAI – K – B, program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, tahun akademik 2009-2010

Trianto, 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progresif  Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Wahid Sy, A.2007. Memahami Pendidikan Agama Islam SMK untuk kelas X, Semester 1 dan 2 Semua bidang keahlian, Bandung: Armico.

Yusuf LN., Syamsu. 2003. Psikologi Belajar Agama (Persepektif Pendidikan Agama Islam). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.



[1] Ahmad Tafsir, Pada Perkuliahan Filsafat Pendidikan Islami, Sabtu, 20 Maret 2010 di kelas PAI – K – B, program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, tahun akademik 2009-2010
[2] Ahmad Tafsir, Pada Perkuliahan Filsafat Pendidikan Islami, Sabtu, 27 Maret 2010 di kelas PAI – K – B, program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, tahun akademik  2009-2010
[3] Afrizal Abuzar, Silabus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMA-SMK (Depdiknas: Dirjendikdasmen. 2006), 53
[4] Syamsu Yusuf LN, Psikologi Belajar Agama (Persepektif Pendidikan Agama Islam) (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 2003), 3
[5] Syamsu Yusuf LN, Psikologi Belajar Agama, 3
[6] Syamsu Yusuf LN, Psikologi Belajar Agama, 4
[7] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, Sebagai Referensi Bagi Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif dan Berkualitas, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2009) ed.1 cet.1, 269
[8] Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2009) cet. Ke 1, 198
[9] Doni Koesoema A, Pendidik Karakter di Zaman Kabalinger (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 2009), 159
[10] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, 271
[11] Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang  Strategi Pembelajaran, 257
[12] Kokom Komalasari, Pembelajaran Kontekstual Konsep dan aplikasi (Bandung: Refika Aditama. 2010) cet. Ke 1, 62
[13] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progresif (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010) cet. Ke 3, 66 – 67. Fase ini dapat dibaca juga pada buku Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010) cet. Ke III, 65 
[14] Variasi metode pembelajaran kooperaif ini dapat dibaca secara lengkap pada: (Kokom Komalasari, 2010. Hlm. 62-69), (Trianto, 2010. Hlm. 67-83), (Agus Suprijono, 2009. Hlm. 89-101),
[15] Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010) cet. Ke III, 79-80
[16] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, 179-180
[17] Silabus Pendidikan Agama Islam untuk SMA dan SMK KTSP tahun 2006

[18] Al-Qur’an dan terjemahnya pada Qur’an Inn-World, QS. Al-Baqarah : 285
[19] Al-Imam Muslim, Shahih Muslim, Kumpulan hadits Shahih, Syarah Al-Minhaj Al-Nawawi, hadits ke 5 
[20] A. Wahid Sy, “Memahami Pendidikan Agama Islam SMK untuk kelas X, Semester 1 dan 2 Semua bidang keahlian” (Bandung: Armico. 2007) hal judul. Dan “Memahami Pendidikan Agama Islam SMA untuk kelas X, Semester 1 dan 2” (Bandung: Armico. 2007) hal. Judul 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar