Judul

Sabtu, 20 Desember 2014

Traveling Bali Part 6: Pantai Dream Land

6.     PANTAI DREAM LAND
Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali.Pantai ini terletak di daerah Pecatu, sebuah daerah di bagian selatan Bali.Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya.Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.
Asal usul pantai ini dinamakan Dreamland karena di wilayah Pecatu sempat akan dibangun salah satu kawasan pusat wisata terbesar dan terunik di Asia Tenggara. Selain itu, rencananya juga akan dibangun resor superluks yang dipadukan dengan kawasan wisata yang menonjolkan keindahan dan keaslian alam serta pelestarian lingkungan hidup. Sebelumnya daerah ini adalah daerah tandus dan gersang.Namun pada saat krisis moneter tahun 1998, mega proyek ini terbengkalai.Di sisi lain, penduduk setempat sangat berharap agar proyek ini selesai, dengan harapan mereka bisa beralih ke bisnis pariwisata dari pertanian, maka mereka menamakan tempat ini sebagai tanah impian yang dalam bahasa Inggris disebut dreamland. Sejak itulah kawasan ini dinamakan Dreamland.
Sewaktu kami memasuki kawasan wisata Pantai Dreamland, mata kami terpesona dengan keindahan pantai ini.Daerah yang berbukit dan bertebing membuat kami melihat seolah-olah daerah pantai lebih rendah pada laut.Dreamland merupakan pantai yang dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi serta batu karang yang berukuran besar.
Sewaktu kami menuruni bebatuan dan anak tangga menuju pantai ini, betapa kami terpukau dengan pemandangan tebing batu yang di atasnya terdapat padang rumput yang hijau yang cukup tinggi. Banyak wisatawan asing maupun lokal yang senang menikmati di daerah padang rumput itu.Mata.kamipun terpikat oleh hamparan pasir coklat keputihan yang bersih dengan celah karang yang terjal. Kami bisa menikmati keindahan matahari tenggelam atau sunset di area pantai sempit yang tepat berada di bawah dinding karang yang curam.

Laut di kawasan Dreamland juga memiliki ombak yang tinggi dan besar.Oleh karena itu, banyak peselancar senang berselancar di pantai ini.Dreamland juga menjadi salah satu tempat tujuan wisata surfing di Bali.

Kita dapat menyewa payung yang disediakan di sepanjang pantai ini untuk menghindari teriknya matahari.Setelah menuruni anak tangga, sederetan pedagang baju menawari kami barang dagangan mereka.Selain itu juga tersedia beberapa toko yang menjual makanan dan minuman. Disini juga tersedia fasilitas MCK , namun tarifnya cukup mahal meski hanya untuk sekadar buang air kecil di daerah ini.
Jika ingin menginap, di daerah Dreamland terdapat puluhan resort dan vila yang berdiri sebagai pendukung pariwisata yang terus bergeliat di Pantai Dreamland. Beberapa resor dan vila berdiri di atas tebing sehingga kita dapat menikmati pemandangan pantai yang indah dari atas tebing, disekitarnya ada mall hingga lapangan golf.
Menurut pak Oman, supir sekaligus pemandu wisatra kami,  Dreamland merupakan satu-satunya tempat di Bali yang menggunakan Hukum Internasional. Sehingga aturan yang berlaku di pantai ini lebih bebas.Pengunjung dapat mengkonsumsi alkohol ataupun para wanita dapat bertelanjang dada di pantai ini.  Nah justru ini yang bikin kami agak risih, apalagi kami sebagai muslim dan juga membawa anak kecil… Ya sudahlah..kami putuskan untuk segera mengakhiri wisata kami di tempat ini… dan menuju tempat lain… Di perjalanan pulang, ada satu hal yang membuat kami terharu….! Ya… di lingkungan Dream Land ini kami menemukan masjid yang sangat megah..masjidPalapa namanya.. kami tak menyia-nyiakan kesempatan ini, maka segera kami mengambil air wudlu dan sholat… Alhamdulillah… 

Traveling Bali Part 5: Pantai Nusa Dua

5.     PANTAI NUSA DUA


Siapa yang tak kenal objek wisata Nusa Dua, dengan pantai berpasir putih yang luas, dipadu dengan resor /hotel elit berbintang lima yang megah, terletak di sebelah Tenggara  pulau dewata. Liburan kami di Bali, kami sempatkan juga menikmati keindahan Pantai Nusa Dua yang bersih, Indah serta memiliki air yang jernih.Pantai ini letaknya tidak jauh dari Pantai Tanjung Benoa, atau tepatnya sekitar 15 km dari bandara Ngurah Rai dan 40 km dari Denpasar. Acara berlibur kami terasa semakin lengkap ketika selama ini melihatnya hanya dari layar televisi, tapi kini kami menginjakkan kaki di sini, di pantai ini, Pantai Nusa Dua!!! . Pantai Nusa dua ini sering dijadikan tempat acara dunia, dengan pilihan akomodasi mewah yang disediakan.

Pantai Nusa Dua ini memang sangat cocok sekali untuk tempat berjemur sehingga banyak berjejer tempat berjemur (hehe.. maaf jadi kurang nyaman kalau kita bersama anak anak, jadi gak bisa lama-lama), namun jangan khawatir di sisi lain pantai Nusa Dua ada pantai yang suasananya tenang dan nyaman, tidak ada kursi untuk berjemur, dan tidak ada penjual yang akan menjajakan dagangannya, yang mungkin bisa saja mengganngu istirahat kami. kita bisa lesehan di bawah pohon dengan dibelai semilir angin, sementara anak-anak bercengkrama dengan air laut di pantai yang sedikit berkarang, seperti yang kami lakukan…

Nusa Dua sering menjadi tempat event-event international, seperti pertemuaan kepala negara, dan banyak konferensi lainnya di gelar di sini. Jika kita mempunyai budget yang lebih dan berencana liburan di bali, maka nikmati kemewahan resor dan suasana pantai yang indah di Nusa Dua ini. Beberapa bagian pantai juga menjadi bagian dari private beach hotel-hotel di kawasan ini.

Jika berkunjung ke pantai ini, kita bisa sewa mobil ataupun motor sambil menjelajahi daerah sekitarnya.
Hari menjelang siang, perjalanan, kami lanjutkan ke lokasi berkutnya… incaran kami adalah pantai Dream Land….! Namun kami sempetkan dulu untuk wisata kuliner di wilayah ini… dan pilihan kami jatuh di Rumah Makan Padang… Hehe jauh jauh ke Bali yang dimakannya masakan Padang…?!? 

Traveling Bali part 3: Tajung Benoa

3.     TANJUNG BENOA

Setelah menikmati indahnya jalan tol di atas laut, objek wisata berikutnya yang kami tuju adalah Tanjung Benoa.Tanjung Benoa ini merupakan salah satu objek wisata yang lokasinya paling dekat dengan Denpasar –dengan bandara Bali International Ngurah Rai. Tanjung Benoa merupakan tujan wisata yang cocok, untuk menyegarkan badan dan fikiran, terutama apabila kita adalah penyuka olah raga air.Tanjung Benoa merupakan salah satu tujuan wisata pilihan, disana banyak ditemukan hotelpondok wisataguest house, dan jenis penginapan lain. Fasilitas dan harga yang ditawarkan penginapan ini pun juga cukup beragam





Atraksi utama yang kami nikmati di Tanjung Benoa adalah olah raga air; oleh karena itu, lokasi wisata ini cocok bagi kami yang menyukai jenis olah raga air.Menurut beberapa sumber, water sport (olah raga air) yang ditawarkan oleh tempat wisata ini berbeda dengan olah raga air di Pantai Kuta dan Sanur.Ini terjadi karena kondisi airnya yang relatif tenang. Namun bagi yang menyukai olah raga surfing atau selancar, Tanjung Benoa mungkin bukan tempat yang sama menyenangkannya dengan di Sanur atau Kuta.Berikut ini beberapa olah raga air yang bisa dinikmati di Tanjung Benoa antara lain, Jet sky, Parasailing, banana boat, scuba diving, Snorkeling, Flying Fish, Seawolker, water sky, rolling donut, Wake Board, glass botton + turtle Island.


Yang biasanya menjadi pilihan utama adalah flying fish, parasailing, dan banana boat,. Glassbottom, snorkeling dan scuba diving adalah olah raga air lain yang bisa diikmati di Tanjung Benoayang memang semuanya menantang andrenalin, bagi yang kurang nyali, jangan khawatir karena ada wahana glass botton + turtle island yakni menyebrang ke pulau penyu dengan menggunakan perahu bermotor yang di bawahnya terdapat kaca bening, sehingga di perjalanan kita bisa bercengkrama dengan memberikan makan pada ikan laut.
Satu tips buat yang berkunjung ke Tanjung Benoa, ternyata harga tiket yang ditawarkan itu beragam, walaupun jenis wahananya sama, itu tergantung kepada yang mengelolanya. Berdasarkan pengalaman dua kali ke Tanjung benoa, ternyata di sana ada yang biayanya relative murah, yakni kita mendatangi kelompok koprasi karyawan desa tersebut yang mengelola berbagai wahana air. Namun apabila kita menginginkan fasilitas dan pelayanan yang lebih ekstra maka kita bisa membeli tiket di cotage-cotage, dan harganyapun lumayan pantastis… itu semua tergantung anda.  Nah kami sendiri memilih paket wisata pulau penyu Tanjung Benoa….

traveling Bali part 2 : Jalan Tol di atas laut

2.     JALAN TOL DI ATAS LAUT

Hari kedua kami di Bali, setelah menginap dan mendapat sambutan hangat dari Bu Eni sahabatku dan keluarga, kami meminta pak supir yang mengantar, agar membawa kami ke Jalan Tol  di atas laut, yang baru beberapa bulan ini diresmikan. Jalan Tol ini merupakan jalan tol pertama di Bali.Pulau Bali yang menyuguhkan wisata alam dan budaya ini kini memiliki sebuah megastrukstur yang menjadi daya tarik wisata, yakni jalan tol Nusa Dua - Ngurah rai - Benoa yang menjadi salah satu wisata infrastruktur di Bali.

Jalan tol ini sangat spesial dan diklaim akan menjadi jalan tol terindah di Indonesia. Jalan tol yang memiliki total panjang jalan 8,12 km ini merupakan jalan tol pertama yang melintas di atas permukaan laut. Jalan tol ini memang dirancang sedemikian rupa, sehingga bisa melintasi teluk Benoa.Selain melintas di atas permukaan laut, ada bagian jalan tol yang juga berada di jalur bawah permukaan tanah.Apabila kita menggunakan mobil minibus, kita cukup membayar jasa tol sebesar Rp 10.000, dan jika menggunakan kendaraan sepeda motor, maka cukup membayar Rp. 5000. Dengan uang sejumlah itu, dijamin kita akan menikmati fasilitas jalan yang bebas hambatan plus pemandangan alam yang subhanalloh sangat inidah… Dari pintu masuh Ngurah Rai, kita bisa pilih sesuai dengan tujuan kita, apakah mau menuju Nusa Dua, atau Tanjung benoa, sama saja indahnya. Subhanaalloh tak henti bibir ini memuji Alloh yang telah memberikan kendahan alam Indonesia yang tiada tara… Dan kamipun memilih… Tanjung Benoa….!!!!

Traveling Bali part 1 : Tanah Lot

1.     TANAH LOT
Objek Wisata yang pertama kali kami kunjungi adalah Tanah Lot. Perjalanan yang kami tempuh dari Bandara di Denpasar menuju Tanah Lot di Tabanan ini sekitar satu setengah jam, hal itu dikarenakan di perjalanan ada sedikit kemacetan yakni perbaikan salah satu jembatan yang rusak, padahal menurut Pak Yani, biasanya jarak tempuhnya hanya sekita 45 menit. Ya sudahlah..yang penting alhamdulillah pada pukul lima sore kami sudah sampai di lokasi. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini, begitupun kami tak mau ketingggalan ingin menikmati indahnya matahari terbenam di tanah Lot. Alasan lain kenapa kami langsung mengunjungi tempat ini, karena pada malam ke satu ini kami disambut oleh salah seorang sahabat kami yang tinggalnya di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Bali, bahkan masih satu kecamatan dengan tanah Lot. Obyek wisata tanah lot sendiri terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Memang tanah lot ini dari Bandara Ngurah Rai agak jauh, memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan, tapi semua itu akan terbayar oleh indahnya objek wisata Tanah Lot yang melegenda.  
Ketika pertama masuk di lokasi wisata, mata kita akan disambut oleh jajaran pedagang yang menjual souvenir khas bali, kemudian kita diarahkan untuk terus menelusuri jalan yang disepanjang jalan tersebut masih dipenuhi took-toko souvenir. Sesampainya di ujung, mata kita akan dimanjakan oleh indahnya lautan di sela-sela batu karang. Bahkan di atas batu karang brsar terdapat sebuah pura yang kebetulan pada saat itu aur sedang pasang, jadi seakan pura tersebut ada di pulau yang berbeda.  Pura ini menjadi ciri khas dari tanah lot, banyak para wisatawan yang mengabadikan kunjungannya dengan memanfaatkan background pura ini, bahkan dijadikan tempat yang pas buat pengambilan photo Pra Wedding. Setelah puas bercengkrama dengan debur ombak dan indahnya matahari terbenam, kami pun menghampiri pura yang satunya lagi. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut.Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung), Pura ini mirip dengan Pura Uluwatu. 
Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali.Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha.Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot.Beliau menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana.Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura.Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra.Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben ‘akhirnya’ menjadi pengikut Danghyang Nirartha. 

Kami menikmati keindahan objek wisata ini sampai matahari tenggelam... indah memang...banyak para turis yang menikmatu sunset di pantai ini, bahklan ada juga pasangan calon pengantin yang melakukan photo pra wedding.... Subhanaalloh, maha sui Alloh yang telah menciptakan alam dengan segala keindahannya..maka nikmat manakan yang akan kita dustakan? Namun saying… karena keasyikan menikmati alam, kami jadi tidak bisa mengambil gambar dengan baik..matahari keburu tenggelam.. dan inilah hasilnya..lumayan.. daripada tidak ada hehehe…..


Traveling ke Bali yu....

TRAVELING KE BALI YU...

Tulisan ini setadinya akan diunggah setahun yang lalu… namun karena berbagai kesibukan, kami baru bisa mengunggahnya saat ini……Setahun yang lalu…. pertengahan bulan Oktober 2013, kami sekeluarga berkesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Bali menemui sahabatku ibu Eni dan suami di Tuban, Ibu Ustadzah di Denpasar (Terimakasih sahabat atas kebaikannya selama kami di Bali, semoga Alloh membalas kebaiakan sahabat semua, terus berjuang, semoga Alloh selalu melindungi dan memberikan kemudahan). Selama di pulau Bali, ada beberapa tempat yang sempat kami sambangi, seperti: Tanah Lot, Jalan tol di atas laut, Tanjung Benoa, Pulau Penyu, Pantai Nusa Dua, Pantai Dream Land, Universitas Udayana, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Uluwatu, Taman Burung Bali, Bali Zoo Park, Kerajinan Silver Bali Di Celuk, Pasar Sukowati, Ubud, Pantai Kute, Pantai Jimbaran, Tugu Bom Bali, Masjid di Bali, Pantai Sanur, Tempat Belanja Oleh-Oleh Khas Bali dan beberapa tempat lainnya. Berikut sedikit cerita perjalanan kami:
Kami berangkat dari Bandara Husen Sastranegara Bandung pada pukul 12.40 WIB, memakai pesawat Lion Air, dan tiba di Bandara Ngurah Rai pada pukul 15.00 WITA (sebenarnya penerbangan hanya ditempuh sekitar 1 jam dan 20 menit, hanya karena perbedaan waktu antara Bandung dan Bali, sehingga seakan-akan penerbangan kami 2 jam dan 20 menit.



Ada hal lucu yang menggelitik hati kami dari anak bungsu kami Azkia yang baru pertama kali naik pesawat terbang.... Pada saat masuk ruang tunggu di Bandara, dia terlihat begitu percaya diri... sambil menunggu jam keberangkatan, dia melihat di sekililing ruangan, setelah puas, kemudian seperti biasa dia mengeluarkan ipad nya dan menunggu pesawat sambil main game....
Tiba waktunya naik pesawat, dia masih percaya diri, melangkah dengan pasti, sambil menenteng sebuah tas kecil.... dan bahkan dia ingin memegang tiketnya sendiri ketika akan melewati petugas pemeriksa tiket... Setelah selesai kemudian dia berlarimenuju pesawat dan naik melalui pintu belakang....
Setelah menemukan nomor kursi yang cocok dengan yang tertera di tiket, maka kami duduk berjajar dalam satu barisan...Syifa, anakku yang pertamna, dia duduk dekat jendela, kemudian aku ibunya, dan disebelah kananku anakkuyang bungsu Azki, dan di seberang selasar sana, ayahnya beserta penumpang lain..
Tak lama berselang... kru pesawat mengumumkan bahwa pesawat akan segera berangkat, nah anakku yang yang bungsu sudah kelihatan gak enak duduk, dia lirik kanan kiri dan kemudian memegang erat tanganku... "Bu.. apakah pesawat ini sudah terbang?" ujarnya sambil semakin erat memegangi tanganku.. "Belum sayang..., emangnya knapa?" jawabku."Apakah kita akan mendarat dengan selamat bu?" kembali dia bertanya dan meyakinka dirinya. "Insyaalloh... semua ini atas izin Alloh... makanya mari kita berdoa., mudah-mudahan kita bisa mendarat dengan selamat..., Bismillahirramanirrahiim Subhaanalladzii Sakhkhara Lanna Haadzaa Wamaa kunnaa Laahuu Muqrinin. Wa Inna ilaa rabbinnaa Lamunqalibuun,  Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Maha Suci Allah yang menganugerahi kami kemampuan memanfaatkan (pesawat) ini sedang kami sendiri (tanpa pertolonganNYa) tidak mampu menguasainya.Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kita, kita pasti akan kembali”.
Tak lama kemudian pesawatpun mulai merangkat mengepakkan sayapnya, kemudian tanpa disadarinya dia menikmati perjalanan, tanpa rasa takut... "Lho naik peswata itu enak juga ya bu kalau sudah berdoa..jadi tenang..." serunya sambil tersenyum-senyum....Lain lagi yang dilakukan kakanya, ketika pesawat siap terbang, dia sibuk mengabadikannya melalui kamera... kelihatannya sangat menikmati sekali...  Perjalanpun kami lalui dengan kebersamaan, saling cerita, dan tak lupa memuji kebesaran sang pencipta...Alhamdulillah ya Robb, Engkau telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menikmati salah satu alat transfortasi bersama sama ... hingga tak terasa kami tiba di bandara ...
Setiba di Bandara dan mengambil barang bawaan... kami segera menemui Pak Yani, suaminya bu Eni sahabatku, yang memang sudah menunggu.... Maka untuk memanfaatkan waktu yang masih ada, kamipun langsung menuju tujuan wisat kami yang pertama....


 Untuk mengikuti perjalanan kami selanjutnya silahkan klik link berikut atau tunggu postingan kami berikutnya....

  1. TanaH Lot
  2. Jalan tol di atas laut
  3. Tanjung Benoa
  4. Pulau Penyu
  5. Pantai Nusa Dua
  6. Pantai Dream Land
  7. Universitas Udayana, 
  8. Garuda Wisnu Kencana (GWK), 
  9. Uluwatu, 
  10. Taman Burung Bali, 
  11. Bali Zoo Park, 
  12. Kerajinan Silver Bali Di Celuk, 
  13. Pasar Sukowati, 
  14. Ubud, 
  15. Pantai Kute, 
  16. Pantai Jimbaran, 
  17. Tugu Bom Bali, 
  18. Masjid di Bali, 
  19. Pantai Sanur
  20. Tembat Belanja Oleh-Oleh Khas Bali



Traveling Bali part 4: Pulau Penyu

4.     PULAU PENYU
Karena kami melakukan wisata keluarga yang membawa anak kecil, maka kami mencoba paket wisata pulau penyu Tanjung Benoa.Dengan menyewa kapal boat seharga Rp. 300.000, kami diajak ke tengah laut sejauh 300-500 meter.Selama dalam perjalanan, bapak perahu motor yang juga sekaligus sebagai pemandu, akanmenjelaskan tentang wisata air bawah laut yang terlihat dari perahu bermotor yang di bawahnya terdapat kaca bening. Dari atas perahu, kami dapat menikmati indahnya pemandangan bawah laut tanpa harus menyelam.Terumbu karang, bermacam-macam ikan hias, tumbuh-tumbuhan laut serta binatang laut lainnya yang sangat terjaga kelestariaanya.Tidak lupa sebelum naik perahu, kami dibekali roti, untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang berenang dari atas perahu.Pejalanan ini berlangsung sekitar 15 menit.



 Setelah puas melihat dan memberi makan ikan, maka perjalanan kami lanjutkan ke pulau penyu yang menempuh waktu selama 15 menit.Indahnya pantai Tanjung Benoa dengan kapal-kapal yang sedang bongkar muat, pesawat terbang yang lepas landas serta kawasan hotel murah hingga berbintang dapat kami nikmati di atas perahu bermotor.


Setelah sampai di pulau penyu, kami diharuskan membayar retribusi sebesar Rp. 5000 per orang, kemudian setelah itu pemandu pulau penyu dengan ramahnya mengajak kami melihat-lihat penyu, dan itu gratis, tanpa imbalan. Anak anak kami diperkenalkan bagaimana cara memelihara penyu, penyu yang akan menetaskan telornya, telor penyu yang baru menetas, serta penyu yang sudah berumur ratusan tahun. Tidak lupa kami mengabadikan aktivitas ini dengan berfoto-foto bersama penyu tersebut.






Di tempat penangkaran penyu ini, kami juga menjumpai binatang lain. Seperti monyet, ular, burung elang, burung kakak tua, dan kelelawar. Pemandu akan dengan senang hati menemani kami berfoto bersama binatang binatang tersebut.

Selama 1 jam kita berkunjung ke pulau penyu Tanjung Benoa, perjalanan kami dilanjutkan dengan kembali ke dermaga menumpangi kapal boat yang mengantar sebelumnya, dan kembali ke Tanjung Benoa. Anak anak tentunya senang dengan kegiatan ini.Obyek wisata ini lebih bersifat mendidik dan menambah wawasan anak-anak tentang lingkungan air dan hewan hewan yang sudah langka keberadaannya.
Setelah puas berkeliling pulau penyu, kami[un kembali ke Pantai Benoa dengan diantar oleh perahu yang tadi mengantar kami…. 

Followers